ALASAN TIDAK DAPAT MENGINGAT MEMORI SEWAKTU BAYI

Mengingat hal mirip ulang tahun ayah, mak atau saudara kandung kita, perayaan hari raya, momen pada waktu kita pertama kali jatuh cinta atau naik kelas, tidaklah sulit. Tetapi, mengapa mengingat waktu diri kita semasa bayi sungguh sulit, bahkan tidak memungkinkan?
Melansir Scientific American, Selasa (16/8/2016), para ilmuwan asal semua belahan global telah menghabiskan ketika hampir satu dekade meneliti serta mengidentifikasi penyebab infantile amnesiaatau amnesia di manusia pada usia dini atau di saat mereka masih bayi.

Hasil gambar untuk BAYI
source image: netmedis.net

Setelah sekian usang menghabiskan saat mencoba menganalisis hal tersebut akhirnya beberapa berasal mereka berhasil menyimpulkan penyebabnya.
Berdasarkan segelintir asal mereka, keterbatasan di bahasa, pengetahuan, persepsi akan diri sendiri, kesiapan mental menjadi alasan utama otak belum siap merangkai kode-kode yg sebagai penopang terbentuknya memori akan suatu hal atau kejadian.

Meski terdengar sangat meyakinkan, pemikiran itu pun ditebas oleh 2 ahli saraf yang bekerja di Sebuah rumah Sakit anak-anak pada Toronto, Kanada, Paul Frankland serta Sheena Josselyn. Mereka merasa pemikiran bahwa keterbatasan bahasa jadi alasan utama anak bayi tidak bisa mengingat atau mempunyai daya ingat yang buruk tidaklah sahih.

Ini dikarenakan menurut mereka binatang tertentu pun mirip monyet dan tikus juga tak bisa mengingat diri mereka semasa bayi.
Mereka pun mampu tumbuh dan ingat meski keterbatasan bahasa tetap mewarnai hayati mereka hingga akhir hayat. Jadi, bahasa bukanlah argumen yg bertenaga dari kedua ahli saraf ini.

Menurut mereka, alasan yg lebih tepat ialah bertumbuh dengan pesatnya jumlah jaringan saraf di pada otak bayi hingga mereka tumbuh dewasa.
Jaringan saraf yg tumbuh dengan cepat serta jua jumlahnya poly berpotensi buat memblokir atau menghadang akses mereka buat masuk ke dalam memori atau kenangan sebelumnya atau semasa kecil.

Jadi, bagaimana berdasarkan Anda? Apakah teori yg dipaparkan kedua pakar saraf masuk akal? Apakah terdapat kemungkinan lainnya yang membentuk kita lupa akan masa-masa mungil kita, khususnya waktu masih bayi?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*